Posturbadan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi.Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek. Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang.Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok.
Bentukparuh Hwamei mempunyai paruh berwarna putih pudar. Matanya berwarna cokelat dengan pupil hitam; Mempunyai bentuk ekor yang tidak terlalu panjang. Yuk Simak, Keindahan suara burung mantenan lengkap dengan informasi harga, ciri ciri serta jenis jenis burung mantenan, simak penjelasannya.
Kunciutama ketika membuat sketsa burung. Postur tubuh burung : Tegak atau datar. Leher panjang atau pendek. Ekor panjang atau pendek. Kaki panjang atau pendek. Ciri khas di tubuh. Langkah sederhana membuat sketsa untuk burung dengan tubuh cenderung datar. Buatlah dua lingkaran yang agak lonjong seperti pada gambar.
Leherpanjang, paruh panjang lurus yang digunakan untuk mencontok ikan, vertebrata kecil, atau invertebrata. Suku burung ini ada yang berwarna abu-abu gelap Cangak laut (Ardea sumatrana), berwarna putih (kuntul), berwarna hitam (kowak). 5. Suku Ciconiidae Suku burung ini memiliki paruh yang sangat besar, panjang dan kuat. Kaki panjang, sayap
U5ZSxNU. - Burung kuntul adalah salah satu anggota dari beberapa spesies bangau famili Ardeidae, ordo Ciconiiformes dan merupakan anggota genus Egretta. Salah satu jenis burung kuntul yang paling umum adalah Ardea Alba atau burung kuntul dari AZ Animals dan National Geographic, berikut adalah fakta-fakta tentang burung kuntul. Habitat burung kuntul Burung kuntul dapat ditemukan di di dekat danau tropis, rawa, kolam, atau lahan basah. Mereka menyukai area basah yang luas dan pepohonan. Di antara empat subspesies, satu subspesies ditemukan di Eropa, sementara lainnya berada di Amerika, sepertiga di Afrika, di Asia, dan Oseania. Baca juga Burung Beo Memulai Ritual Kawin dengan Berciuman dan Memuntahkan MakananBiasanya, burung kuntul membuat sarang yang terdiri dari batang dan ranting yang terletak di koloni yang dekat dengan air. Ciri-ciri burung kuntul Burung kuntul memiliki kaki hitam yang ramping dan sangat panjang, tubuh putih besar, paruh panjang, dan leher panjang yang membentuk huruf S. Tinggi burung ini bisa mencapai lebih dari 90 cm dengan sayap yang lebarnya sekitar 150 cm. Burung kuntul jantan memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dari betina. Di luar itu, keduanya cukup sulit untuk dibedakan. Makanan burung kuntul Burung kuntul menangkap mangsa dengan berjalan perlahan atau berdiri diam untuk waktu yang lama, menunggu seekor binatang datang dalam jangkauan lehernya panjang dan paruh mereka yang seperti pisau. Baca juga Burung Pemakan Buah Paling Awal di Bumi, Seperti Apa?
– Burung bangau adalah burung berukuran besar yang tinggal di dekat air. Burung bangau melakukan berbagai adaptasi terhadap lingkungannya, salah satunya dengan memiliki kaki panjang dan jari berselaput. Bentuk adaptasi burung bangau adalah Kaki panjang dengan jari berselaput Paruh panjang dan ramping Berdiri di atas satu kaki Leher panjang Kaki panjang dengan jari berselaput Bentuk adaptasi burung bangau yang pertama adalah memiliki kaki panjang dengan jari yang juga 3 Jenis Adaptasi Hewan Beserta Contohnya Burung bangau mempunyai kaki panjang dan jari berselaput berfungsi untuk membantunya mencari makanan dalam air. Kaki burung bangau yang panjang memungkinkannya berdiri di air dangkal tanpa harus merendam tubuhnya. Adapun, burung bangau memiliki jari kaki yang dari National Audubon Society, jari yang berselaput adalah bentuk evolusi yang membantu burung bangau meminimalkan hambatan dari air sehingga dapat berjalan dengan lebih mudah dalam air. Baca juga Mengapa Burung Bertubuh Panas? Paruh panjang dan ramping Burung bangau memiliki paruh yang panjang sebagai bentuk adaptasi untuk mendapatkan makanan dengan lebih efisien. Dilansir dari AZ Animals, paruh panjang dan ramping memungkinkan bangau masuk ke dalam air dengan tepat dan cepat untuk menangkap mangsanya. Berdiri di atas satu kaki Bentuk adaptasi burung bangau selanjutnya adalah kebiasannya yang berdiri di atas satu kaki. Dilansir dari BirdNote, burung bangau berdiri dengan satu kaki untuk mengurangi setengah jumlah panas yang hilang dari kedua kakinya yang tidak berbulu. Baca juga Bentuk Adaptasi Burung Pelatuk
Rabu, 9 Nov 2016 0114 0 802 Mh Badrut Tamam Burung blekok sawah adalah jenis burung yang masuk ke dalam familili Ardeidae. Nama latin ilmiah blekok sawah adalah Ardeola speciosa dan dalam bahasa Inggris disebut Javan Pond-heron. Morfologi burung blekok yakni berukuran kecil 45 cm, bersayap putih, coklat bercoret-coret, iris kuning, paruh kuning berujung hitam, dan kaki hijau buram. Gambar 1. Morfologi burung blekok sawah Ardeola speciosa.credit Budi Hermawan Blekok Sawah Ardeola speciosa adalah salah satu jenis burung dari family Ardeidae. Ardeidae merupakan suku besar yang tersebar luas di dunia, terdiri dari burung berkaki panjang. Leher panjang, paruh panjang-lurus yang digunakan untuk mencotok ikan, vertebrata kecil katak dan kodok, atau invertebrata cacing, krustasea dan serangga. Pada waktu berbiak, beberapa jenis memamerkan bulu-bulu halus panjang yang bisa ditegakkan. Sarang biasanya terbuat dari tumpukan ranting di atas pohon. Di Sunda Besar terdapat 22 jenis, umumnya dapat dibedakan satu sama lain MacKinnon dkk. 2010. Blekok Sawah termasuk ke dalam wading bird order ciconiiformes. Anggota bangsa ciconiiformes dapat ditemukan dimana pun, kecuali di daerah kutub utara maupun selatan. Ciconiiformes menyukai daerah yang hangat dan bermigrasi dari daerah dingin pada musim gugur dan semi. Pada umumnya bangsa ciconiiformes adalah karnivora, di daerah persawahan Ardeola speciosa berguna sebagai pengendali hama serangga dan sebagai petunjuk pergantian musim oleh para petani. Namun, pada daerah pertambakan ikan atau udang, Ardeola speciosa bisa menjadi hama bagi para petambak karena dapat memakan ikan atau udang secara berlebihan. Akibat kehilangan habitat pengahlifungsian sawah menjadi perumahan, perburuan liar, penangkapan untuk burung peliharaan dan penggunaan pestisida polusi air, tanah, dan udara, menimbulkan kerugian sendiri bagi manusia Gale 2005. Kerugian yang disebabkan hilangnya burung Blekok Sawah seperti munculnya hama serangga di sawah serta perumahan, tidak adanya petunjuk alam sebagai penanda pergantian musim, tidak ada kicauan suara burung di alam, tidak ada kotoran burung sebagai penyubur tanah, dan musnahnya satu jenis burung menimbulkan putusnya rantai makanan antar tingkat trofik Gale 2005. Morfologi burung blekok sawah yakni kepala dan dada berwarna kuning tua, dengan punggung nyaris hitam, serta tubuh bagian atas lainnya coklat bercoret-coret, tubuh bagian bawah putih MacKinnon dkk. 2010. Ketika diam, burung ini terlihat coklat kusam dan mungkin terlewat dari pengamatan. Ketika terbang sangat menakjubkan, sayap terlihat putih mulus sehingga kontras dengan punggung yang gelap Holmes 1999. Dewasa tidak berbiak dan burung muda juvenile sangat mirip Blekok Cina tidak berbiak. Ardeola speciosa antara jantan dan betina hampir sama, sulit untuk dibedakan. Jenis-jenis blekok sawah terdiri dari dua subspesies yakni Ardeola speciosa speciosa dan Ardeola speciosa continentalis. Perbedaan Ardeola speciosa continentalis dengan Ardeola speciosa speciosa yakni pada bentuk paruh dan sayap yang lebih panjang. Penyebaran Ardeola speciosa continentalis tidak hanya tersebar di Thailand, namun tersebar luas di Myanmar bagian tenggara, Vietnam Selatan, dan Kamboja. Suara Blekok Sawah memiliki suara “krak” yang menguak jika terganggu MacKinnon dkk. 2010. Waktu Berkembang biak pada bulan Desember sampai Mei di daerah Jawa Timur dan pada bulan Januari sampai Agustus di daerah Jawa Barat. Telur berwarna biru kehijauan gelap dengan ukuran 37,7 x 28,7 mm. Sarang terdiri 2 sampai 3 koloni di Jawa dan Bali IUCN Heron Specialist Group 2011. Habitat dan Perilaku Blekok Sawah Blekok Sawah hidup di sekitar habitat sawah atau daerah lain yang berair serta berlumpur baik diperbukitan maupun di pantai, sendirian atau dalam kelompok tersebar. Terkadang berada di rumput tergenang, rawa, kolam, mangrove, dan pinggiran sungai. Burung blekok merupakan burung dataran rendah, dapat berada sampai ketinggian 1500 m di Jawa Holmes 1999. Gambar 2. Blekok sawah saat berburu. Credit Andi Albayquni. Ketika bertengger, dapat melakukan aktivitas seperti tidur dan berjemur. Saat Ardeola speciosa berada di air atau di dekat air, bulunya tidak akan basah karena memiliki kelenjar minyak Kushlan 2011. Memiliki kebiasaan berdiri diam-diam dengan tubuh pada posisi rendah dan kepala ditarik kembali, sambil menunggu mangsa. Burung diurnal yang aktif di pagi dan sore hari. Setiap sore terbang dengan kepakan sayap secara perlahan-lahan, terbang berpasangan atau bertigaan, dan terbang berkelompok menuju tempat istirahat. Bersarang dalam koloni bersama dengan burung air lain seperti Kuntul Kerbau Bubulcus ibis, Kuntul Kecil Egretta garzetta, dan Kuntul Besar Egretta alba MacKinnon dkk. 2010. Burung blekok sawah saat terbang. Credit Andreas Kokasih Distribusi Blekok Sawah Persebaran lokal Blekok Sawah tercatat di Sumatera Selatan sebagai pengunjung tidak berbiak dari Jawa. Berbiak di Kalimantan bagian tenggara, tetapi jarang mengunjungi Kalimantan bagian utara. Pada Pulau Jawa dan Bali masih agak umum dijumpai di daerah rawa air tawar MacKinnon dkk. 2010. Kisaran penyebarannya ke timur mencapai Sulawesi dan Sumba. Persebaran global Blekok Sawah tercatat di semenanjung Malaysia, Indocina, Sulawesi, Sunda Besar, dan jenis-jenis lain yang erat hubungannya umum terdapat di India serta kawasan Oriental Holmes 1999. Status Konservasi Blekok Sawah Blekok Sawah menurut data International Union Conservation Nature IUCN berstatus Least Concern LC semenjak tahun 2004, 2008, 2009 dan sampai sekarang, serta tercantum pada dasar perlindungan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI pada peraturan pemerintahan No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Winnasis dkk. 2009. Pada tahun 1991, Indonesia telah meratifikasi Konvensi Ramsar Wetland Convention mengenai lahan basah yang memiliki kepentingan internasional, khususnya sebagai habitat burung air. Setiap negara anggota berhak mengajukan lokasi lahan basah tertentu yang telah memenuhi kriteria yang ditentukan, sebagai lahan basah yang memiliki kepentingan internasional dan kemudian membuat dan melakukan rencana pengelolaan kawasan tersebut beserta sumber daya di dalamnya. Hal ini mendukung perlindungan dan kelestarian burung air termasuk salah satunya Blekok Sawah Ardeola speciosa Howes dkk. 2003. Klasifikasi Ilmiah Burung Blekok SawahKlasifikasi Ardeola speciosa Horsfield, 1821 adalah sebagai berikutKingdom AnimaliaFilum ChordataKelas AvesOrdo CiconiiformesFamili ArdeidaeGenus ArdeolaSpesies Ardeola speciosa Subspesies Ardeola speciosa speciosa; Ardeola speciosa continentalis Rerensi BirdLife International. 2012. Species factsheet Ardeola speciosa. Gale, T. 2005. Grzimek’s student animal life resource volume 1 birds. Holmes, D. 1999. Burung-burung di Jawa dan Bali. Howes, J., D. Bakewell, & Noor. 2003. Panduan studi burung pantai. IUCN Heron Specialist Group. 2011. Javan Pond Heron Ardeola speciosa Horsfield. Kushlan, J. A. 2011. The terminology of courtship, nesting, feeding, and maintenance in herons. Lepage, D. 2003. Javan pond-heron Ardeola speciosa Horsfield, 1821. MacKinnon, J., K. Phillips, & B. van Balen. 2010. Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Post Views 6,226
Selain sayap, salah satu bagian tubuh khas yang dimiliki burung adalah paruh. Setiap jenis burung umumnya memiliki bentuk paruh yang berbeda-beda. Biasanya, bentuk paruh burung ditentukan oleh jenis makanannya ataupun fungsi tambahan yang dimiliki paruh hanya bentuk, beberapa burung juga memiliki paruh dengan ukuran yang luar biasa. Entah sangat besar maupun sangat panjang, inilah tujuh jenis burung dengan ukuran paruh yang menakjubkan. Check it Pelikan satu jenis burung yang terkenal berparuh besar tentu adalah pelikan. Burung pelikan tergabung dalam genus Pelecanus dan mereka terdiri dari sekitar delapan spesies. Pelikan memiliki paruh berkantung yang besar dan mereka menggunakan kantungnya itu sebagai semacam jala untuk menangkap satu spesies pelikan, yaitu pelikan australia Pelecanus conspicillatus, memegang rekor dunia sebagai burung dengan paruh terpanjang. Paruh mereka bisa mencapai panjang 47 cm! Pelikan sendiri adalah salah satu jenis burung terbesar di dunia karena panjang salah satu spesiesnya bisa mencapai 1,8 meter dan bentang sayap 3 Bangau marabou bangau juga terkenal dengan ukuran paruhnya yang luar biasa. Laman Britannica menyebut bahwa bangau terdiri dari sekitar dua puluh spesies dalam famili Ciconiidae. Spesies terbesarnya adalah bangau marabou Leptoptilos crumeniferus yang gambarnya bisa kamu lihat di marabou bisa mencapai tinggi 1,5 meter dan berat rata-rata 9 kg, sementara ukuran paruhnya sekitar 35 cm. Bangau yang hidup di Afrika ini juga punya ciri khas berupa pial besar yang terdapat di bawah paruhnya. Mereka adalah karnivor dan makanannya mencakup banyak jenis hewan, termasuk serangga, katak, kadal, tikus, bahkan buaya Shoebill harfiah berarti burung paruh sepatu, shoebill Balaeniceps rex mendapatkan namanya karena paruhnya yang sangat besar. Kadang, mereka bahkan disebut burung kepala paus karena paruhnya yang besar itu. Shoebill memang sangat mirip bangau, tapi sebenarnya mereka tergabung dalam ordo Pelecaniformes, sama dengan National Geographic, paruh shoebill mencapai panjang 30 cm dan lebar 13 cm. Paruh besarnya itu memungkinkan mereka menangkap mangsa yang cukup besar, misalnya ikan, belut, buaya kecil serta biawak. Burung yang hidup di Afrika ini juga berukuran cukup besar dengan tinggi mencapai 1,5 meter dan berat 5,5 kg. Baca Juga 6 Fakta Hoatzin, Burung Endemik Amazon yang Disebut Burung Reptil 4. Spoonbill burung spoonbill alias burung paruh sendok adalah burung yang dinamakan berdasarkan bentuk paruhnya yang seperti sendok. Ada enam spesies burung spoonbill dan mereka semua bercirikan paruh pipih panjang yang ujungnya melebar. Seperti shoebill, paruh burung spoonbill bisa mencapai ukuran sekitar 30 spesies spoonbill tersebar di seluruh benua di dunia, kecuali Antarktika. Spoonbill adalah burung air dan makanan mereka mencakup ikan, siput, kepiting, serangga, dan tumbuhan. Selain sungai, spoonbill juga bisa hidup di air asin dan air Toucan toucan terkenal bukan hanya karena paruhnya yang besar, melainkan juga karena cantik dan berwarna-warni. Burung dari famili Ramphastidae ini terdiri dari sekitar 34 spesies. Toucan tersebar di Amerika Tengah dan Selatan. Mereka adalah pemakan buah, tapi juga kerap makan ikan, kadal, katak, dan toucan yang terbesar sekaligus paling terkenal adalah toco toucan Ramphastos toco. Burung ini berukuran sekitar 63 cm, sementara panjang paruhnya mencapai 20 cm. Selain untuk makan, paruh toucan yang berwarna-warni diperkirakan berguna untuk menarik perhatian lawan Rangkong ada burung rangkong atau dalam bahasa Inggris disebut hornbill alias paruh tanduk. Nama tersebut cocok karena bentuk paruh rangkong memang seperti tanduk sapi alias buceros dalam bahasa Yunani. Itu sebabnya, mereka dikelompokkan dalam famili Bucerotidae. Ada sekitar enam puluh spesies burung yang tergabung dalam famili burung rangkong bisa mencapai ukuran hingga 33 cm. Selain untuk makan, rangkong menggunakan paruhnya untuk saling bertarung, membersihkan bulunya, membuat sarang, maupun melindungi diri. Banyak spesies rangkong juga memiliki semacam struktur mirip tanduk di atas paruhnya, misalnya rangkong badak Buceros rhinoceros pada gambar di Kolibri paruh pedang lagi burung yang memiliki ukuran paruh menakjubkan adalah kolibri paruh pedang Ensifera ensifera. Kolibri sebenarnya adalah jenis burung terkecil di dunia. Namun, kolibri paruh pedang memiliki keistimewaan dalam ukuran paruhnya. Itu karena paruh mereka berukuran lebih panjang dari tubuhnya sendiri!Panjang paruh burung ini bisa mencapai 10 cm alias lebih panjang dari tubuhnya jika mengecualikan ekor. Makanya, kolibri paruh pedang adalah burung dengan paruh terpanjang di dunia jika diukur terhadap ukuran tubuhnya. Kolibri ini menggunakan paruhnya yang panjang itu untuk mengisap nektar bunga sambil tujuh jenis burung yang memiliki paruh dengan ukuran paling luar biasa di dunia. Kalau menurutmu, burung mana yang paruhnya paling menakjubkan? Baca Juga 7 Fakta Unik Burung Emu, Burung Raksasa dengan Sayap Mini IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Satu hal menarik dari penampilan burung, selain warna bulu, adalah paruhnya. Bentuk paruh burung yang beragam, tentu saka memiliki beragam fungsi. Ada paruh yang digunakan untuk menangkap ikan di bawah air, mencapai cabang-cabang tinggi, hingga memecahkan biji-bijian. Pada burung pelatuk, misalnya. Paruhnya yang mirip pahat digunakan untuk mengebor lubang pada pohon. Jenis ini bisa mematuk 20 kali per detik Alam hadir dengan berjuta keindahan. Dunia hewan juga begitu, setiap spesies memiliki keunikan tersendiri yang menakjubkan, tak terkecuali jenis burung. Salah satu yang paling menonjol dari keunikan burung, selain warna dan kicauannya, juga bentuk paruhnya. Bentuk paruh burung yang bermacam tentunya memiliki beragam fungsi. Mulai untuk menangkap ikan di bawah air, mencapai cabang-cabang tinggi, memecahkan biji-bijian, dan lain sebagainya. Berikut 10 burung dengan paruh luar biasa yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Baca Mengenal Tujuh Satwa Tembus Pandang yang Menakjubkan Rangkong Badak. Foto Rhett Butler/Mongabay Rangkong Badak [Buceros rhinoceros] Rangkong badak memiliki nama yang sama mengesankannya dengan paruhnya yang luar biasa. Di atas paruhnya terdapat fitur khusus yang disebut pelindung kepala, yaitu kurva ke atas mencolok seperti cula badak. Itulah nama umum burung tersebut. Paruh kuat itu digunakan untuk meraih buah dari cabang-cabang pohon kecil, dan selubung mengesankannya digunakan sebagai ruang beresonansi untuk memperkuat suaranya yang nyaring saat berbunyi. Shoebill yang mirip bangau. Foto Ueno zoo, Tokyo, Japan/Wikimedia commons/CC BY-SA 2. Shoebill [Balaeniceps rex] Burung yang mirip bangau ini memiliki paruh berbentuk seperti sepatu besar, yang merupakan ciri paling menonjol. Tepi rahang yang tajam membantu shoebill membunuh mangsanya dan juga membuang vegetasi yang diambilnya di sepanjang jalan. Ia juga memiliki kail yang tajam di ujung paruhnya, memungkinkan untuk mencengkeram, menghancurkan, dan menusuk mangsanya sekaligus. Dengan kata lain, burung ini memang sekuat kelihatannya. Kolibri Paruh Pedang. Foto Alejandro Bayer Tamayo from Armenia, Colombia/Wikipedia/CC BY-SA Kolibri Paruh Pedang [Ensifera ensifera] Burung ini memiliki paruh terpanjang di dunia, jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Bahkan, inilah satu-satunya burung yang terkadang memiliki paruh lebih panjang dari tubuhnya. Dengan paruh panjangnya, kolibri harus merawat dirinya sendiri dengan kakinya. Ia juga harus bertengger dengan kepala dimiringkan ke atas agar bisa tetap berdiri seimbang. Keuntungannya adalah, jenis ini dapat memakan mahkota bunga dengan paruhnya, mencapai nektar yang tidak dapat dijangkau oleh spesies kolibri lain. Tukan Toco. Foto Jar0d/Wikipedia/Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa Generik Tukan Toco [Ramphastos toco] Paruhnya luar biasa, antara 30 hingga 50 persen dari ukuran tubuhnya. Besarnya paruh berfungsi untuk menjangkau benda-benda cukup jauh, juga untuk mengupas kulit buah, mengintimidasi burung lain, dan menakuti predator. Paruhnya terbuat dari keratin, jadi tidak terlalu berat atau kuat. Struktur itu juga membantunya mengatur suhu tubuh. Penelitian menunjukkan, dengan menyesuaikan aliran darah ke paruhnya, tukan dapat melepaskan lebih banyak panas dari tubuhnya dan menjaga tubuh tetap dingin. Angsa Kanada. Foto Daniel D’Auria from Southern New Jersey, USA/Wikipedia/CC BY-SA Angsa Kanada [Branta canadensis] Burung memang tidak punya gigi, tapi angsa ini memiliki sesuatu yang bisa menggantikan gigi. Burung yang ada di mana-mana ini memiliki struktur pendek seperti gigi bergerigi, terbuat dari tulang rawan menonjol, dari tepi paruhnya. Gerigi ini membantunya menarik vegetasi dari tanah dan tanaman air dari dasar kolam. Angsa ini tidak mengunyah makanan, tapi menelan kerikil untuk membantu memecah makanan. Pelican Putih Amerika. Foto Manjith Kainickara/Wikipedia/CC BY-SA Pelican Putih Amerika [Pelecanus erythrorhynchos] Ciri khasnya adalah paruh sangat besar yang dapat menampung air sebanyak dua siraman toilet! Paruhnya yang panjang hampir setengah meter, berfungsi selain menangkap ikan, juga untuk mengeluarkan garam berlebih. Mereka juga menumbuhkan pelat seperti tanduk seukuran 5 cm di atas paruhnya di musim semi, saat mereka sibuk mencari pasangan; pelat itu lalu jatuh setelah telur diletakkan. Saat berbaring untuk tidur, pelikan memutar kepalanya ke belakang, sekitar 180 derajat dan meletakkan paruhnya di punggung. Burung pelatuk hitam. Foto Alastair Rae from London, United Kingdom/Wikipedia/CC BY-SA Buruk Pelatuk [Picidae] Paruhnya yang mirip pahat digunakan untuk mengebor lubang pada pohon guna mencari makan atau saat menyiapkan sarang pada musim kawin. Mereka bisa mematuk 20 kali per detik! Bulu di lubang hidungnya mencegah partikel kayu terhirup. Mereka membangun sarang di pohon sepanjang tahun dan memiliki satu pasangan seumur hidup dengan betina bertelur antara 2-5 butir. Roseate Paruh Sendok. Foto Charles J Sharp/Wikipedia/Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa Internasional Roseate Paruh Sendok [Platalea ajaja] Benar, paruhnya mirip sendok yang panjang dan kuat. Untuk mencari makan, burung ini berjalan melintasi air dengan paruh panjang yang terendam sebagian, mengayunkan kepala ke depan dan belakang. Ketika menyentuh ikan, krustasea, atau serangga, mereka mengambilnya dengan paruh, mengangkatnya keluar dari air, dan menelannya. Burung ini juga dikenal saling menghentakkan paruhnya ke paruh anggota anggotanya, seolah bertepuk tangan, saat mereka memasuki musim kawin. Puffin Atlantik. Foto Richard Bartz/Wikipedia/Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa Tanpa Adaptasi Puffin Atlantik [Fratercula arctica] Puffin Atlantik adalah spesies burung laut yang berasal dari Samudra Atlantik. Paruhnya lebar dan segitiga berwarna. Setengah ujung paruhnya berwarna oranye dan setengah lagi abu-abu muda. Jenis ini memiliki warna seperti penguin, yang disebut badut laut. Mereka menghabiskan sebagian besar hidup di laut, biasa beristirahat di ombak. Menggunakan sayapnya untuk berenang di bawah air, menyelam di kedalaman 200 meter, dan bisa menangkap sejumlah ikan sekaligus menggunakan paruhya yang lebar. Bulu kedap airnya memungkinkan untuk bertahan lama saat mengapung di lautan. Flamingo. Foto Valdiney Pimenta – Flamingos/Wikipedia/CC BY Flamingo [Phoenicopteridae] Flamingo adalah burung besar berwarna merah muda yang ditemukan di danau asin dan basah di banyak benua. Seperti halnya warna bulu, bentuk paruhnya yang unik membuat flamingo menjadi istimewa di antara spesies burung. Paruh bengkoknya berfungsi seperti filter, membantu memberi makan ikan kecil, plankton, dan larva dari lumpur. Ujung paruhnya berwarna hitam di ujung, dan oranye pucat di bagian dekat kepala. Flamingo biasa memberi makan pada kawanannya, dengan cara itu mereka dapat memperingatkan flamingo lain yang kepalanya tertunduk di lumpur, saat mencari makanan. Sumber tulisan Treehugger, Audubon, Animal Channel, The Mysterious World Artikel yang diterbitkan oleh
burung leher panjang paruh panjang