MODIFIKASISYSTEM PENGAPIAN DARI PLATINA KE SISTEM CDI. Mobil anda masih menggunakan Platina dan masih suka kejet kejet atau membrebet yang disebabkan oleh : - Coil panas,- Platina bocor / aus,- TCImarsu bisa digunakan buat nge booster cdi mobil sehingga cdi awet dan kualitas api sangat membaik. yg suka offroad pasti tau hal ini: 1. cdi apinya kecil dan berat dipake lapangan 2. cdi cm bikin mobil mudah distater tapi lemah di rpm tinggi..itu juga fakta lapangan jadi kelebihannya cdi cm api stabil dan bebas perawatan. Padasistem pengapian masa kini pada mobil,terutama pengembangan sistem pengapian elektronik (CDI). Kerja akhir untuk membandingkan itu melelehkan emisi gas buang ketika menggunakkan sistem pengapian titik-kontak dan yang di gantikan menggunakkan CDI sistem pengapian. Yang menggunakkan distributor dan menggunakkan CDI,kemudian Sepertiapa itu platina hingga ciri apabila terjadi kerusakan, bisa langsung Anda cek di sini. Mengenal Apa Itu Platina dan Fungsinya . Platina adalah komponen yang digunakan pada jenis pengapian mobil lama yang saat ini sudah digantikan Capacitive Discharge Ignition atau CDI pada seri mobil baru. Platina memiliki kaitan erat dengan performa mobil. Sehinggasetiap soket CDI motor memiliki beberapa perbedaan. Walaupun ada beberapa jenis motor yang sama. Agar lebih jelas terkati soket CDI motor, berikut ulasan mengenai soket CDI motor untuk semua tipe motor. Baca Juga : Menarik, Begini Cara Kerja dan Fungsi CDI pada Sepeda Motor. Cara Membaca Soket CDI Motor 8GreEAm. Perbedaan Konsumsi Bahan Bakar Motor Platina dan CDI - Pembakaran dalam ruang bakar motor adalah hal yang sangat menentukan besaran tenaga yang dihasilkan oleh sebuah motor. Campuran bahan bakar dan udara yang terdapat pada ruang bakar akan dinyalakan oleh nyala api busi dan selanjutnya menghasilkan tenaga. Pembakaran ini menyebabkan naiknya tekanan di dalam silinder dan memungkinkan terjadinya gerakan torak. Pembakaran dalam ruang bakar motor merupakan reaksi kimia antara unsur yang terkandung di dalam bahan bakar dengan udara atau oksigen, yang diikuti oleh timbulnya panas. Panas yang dilepaskan selama proses pembakaran inilah yang digunakan oleh motor untuk menghasilkan tenaga. Pembakaran di dalam silinder belum tentu terjadi sempurna, ada 2 macam pembakaran yang mungkin terjadi di dalam silinder, yaitu pembakaran normal sempurna, pembakaran sendiri tidak sempurna. Waktu pengapian dan besarnya api pada busi yang membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar motor harus sesuai dengan spesifikasi mesin. Apabila kurang tepat dapat menyebabkan campuran bahan bakar dan udara tidak dapat terbakar dengan sempurna sehingga bahan bakar menjadi lebih boros, berwarna kehitaman dan berbau bensin Komponen dari sistem pengapian ignition system terdiri dari busi, koil, magnet dan pemutus arus platina dan CDI. Sistem pengapian pada sepeda motor dengan platina masih menggunakan cara konvensional dalam cara kerjanya. Sedangkan system CDI telah menggunakan cara elektrik untuk system pengapiannya. Setiap sistem pengapian diharapkan mampu menghasilkan api tepat pada saat diperlukan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara, sehingga campuran bahan bakar tersebut dapat terbakar dengan sempurna. Sistem pengapian juga dapat menyesuaikan dengan perubahan beban dan perubahan kecepatan yang terjadi pada kendaraan pada saat mesin bekerja. Sistem pengapian Platina dalam penentuan timing pengapian menggunakan system mekanis dari sebuah poros cam. Sistem ini memutus arus pengapian dengan cara manual dan pada usia alat tertentu dapat menghasilkan timing pengapian yang kurang tepat dari kebutuhan yang diperlukan oleh mesin. Sehingga system ini dapat menimbulkan suatu pengapian yang tidak sempurna pada ruang bakar, hal ini dapat memicu timbulnya gas keluaran yang berbau bensin disertai warna hitam dan konsumsi bensin menjadi lebih boros. Sistem pengapian CDI telah menggunakan sensor untuk menentukan timing pengapian. Sensor ini dipasang pada magnet yang terhubung dengan poros utama mesin crankshaft. Dengan penggunaan sensor, maka system ini dapat memberikan loncatan bunga api pada busi secara lebih akurat. Sehingga proses kerja pada ruang bakar dapat berlangsung efektif sesuai kebutuhan mesin. Hasilnya bahan bakar dapat terbakar dengan sempurna, sehingga konsumsi bensin akan lebih irit. Pada mesin motor zaman sekarang,system pengapiannya telah menggunakan CDI, dengan banyak tipe yang diproduksi, mulai dari yang standar, limiter, hingga CDI racing yang mampu memberikan performa lebih pada kendaraan. Sistem pengapian Platina masih banyak ditemukan pada motor-motor lama. Demikian Perbedaan Konsumsi Bahan Bakar Antara Motor Platina dan CDI. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

perbedaan platina dan cdi